empty
09.10.2026 07:07 PM
EUR/USD – Analisis Smart Money: Pembeli Tetap Pasif Meskipun Ada Peluang di Pasar

This image is no longer relevant

Pasangan EUR/USD telah melemah selama 22 hari berturut-turut, hanya diselingi beberapa jeda singkat. Dalam periode ini, mata uang Eropa telah kehilangan 470 poin, dan rangkaian penurunan ini dimulai lebih dari sebulan lalu ketika pasar bersiap untuk menghadapi kenaikan suku bunga FOMC. Sejak saat itu, pasar terus membeli dolar AS, menggunakan berbagai dalih yang dianggap masuk akal untuk melakukannya.

Dalam terminologi trading, pergerakan seperti ini dikenal sebagai order flow. Biasanya, para pelaku pasar besar membangun kumpulan order di dalam suatu rentang harga sebelum order-order tersebut mulai dieksekusi. Pada titik itu, latar belakang berita yang menyertai menjadi relatif tidak relevan: order sudah ditempatkan dan sedang dijalankan.

Sebagai contoh, praktis tidak ada alasan yang kuat untuk menjual EUR/USD pada mingggu ini selain krisis anggaran yang berkelanjutan di Prancis. Namun, masalah anggaran dan utang publik memengaruhi banyak negara di seluruh dunia. Situasi bahkan jauh lebih akut di Amerika Serikat dibandingkan di Prancis. Meskipun demikian, pasar terus bergerak tanpa henti ke satu arah hampir setiap hari, tanpa terlihat adanya tanda koreksi yang berarti. Bahkan hari ini, euro kembali kehilangan beberapa puluh poin sepanjang sesi.

Sejauh ini tidak ada yang mampu menghentikan penurunan euro. Kebijakan moneter ECB yang lebih ketat, data ekonomi yang positif dari Uni Eropa, data pasar tenaga kerja AS yang mengecewakan, maupun struktur teknikal dan pola bullish di grafik, belum berhasil menghentikan pergerakan turun ini.

Setelah Imbalance 19 tidak lagi valid, euro kini memiliki peluang penuh untuk menembus ke bawah level psikologis $1,10. Sementara itu, Bullish Imbalance 19 telah berubah menjadi Bearish Inverted Imbalance, yang menghasilkan sinyal jual. Pihak pembeli gagal memanfaatkan dua swing bullish dan tidak mampu mengambil keuntungan dari data pasar tenaga kerja AS yang mengecewakan. Minggu ini, pihak penjual bahkan tidak perlu menunggu reaksi di Imbalance 24 untuk melanjutkan tekanan jual mereka.

Pada bulan September, FOMC tidak hanya menaikkan suku bunga, tetapi juga memberi sinyal kesediaan untuk terus memperketat kebijakan moneter. Hal ini saja sudah cukup untuk mempertahankan tekanan jual berskala besar dari pihak penjual. Bahkan setelah pengetatan The Fed pada bulan September dan kemungkinan kenaikan selanjutnya pada Oktober atau Desember, sulit untuk berargumen bahwa euro sama sekali tidak menerima berita positif selama periode ini.

Secara keseluruhan, menurut pandangan saya, latar belakang berita masih cenderung mendukung pihak pembeli. Walaupun The Fed mengambil sikap kebijakan moneter yang lebih hawkish, ini bukan satu-satunya faktor yang menentukan nilai tukar. Perlu diingat, imbal hasil Treasury AS telah mencapai level rekor, yang memberi tekanan besar pada anggaran federal. Ekonomi AS telah melambat dalam beberapa kuartal terakhir, dan pasar tenaga kerja lebih sering mengecewakan daripada melampaui ekspektasi. Pada 2026, Donald Trump kembali memicu gelombang sengketa dagang dan nondagang dengan banyak negara. Sementara itu, pasar saham AS terus menimbulkan kekhawatiran serius karena investasi besar-besaran yang dibiayai utang ke perusahaan teknologi yang terlibat dalam pengembangan AI yang tidak terkendali.

Struktur grafik saat ini menunjukkan momentum bearish masih utuh. Minggu lalu ditutup dengan terbentuknya Bearish Imbalance 24 baru, yang dapat memberikan sinyal jual tambahan bagi trader paling cepat minggu ini. Pihak pembeli kini hanya dapat berharap pada swing low terdekat di 1,1066 dan potensi liquidity sweep di bawah level tersebut.

Hampir tidak ada berita ekonomi pada hari Jumat, sebagaimana hampir sepanjang minggu ini. Baru satu jam yang lalu, Indeks Sentiman Konsumen University of Michigan dirilis di Amerika Serikat dan hasilnya berada di bawah ekspektasi pasar. Hal ini sama sekali tidak mampu menghentikan penguatan dolar. Dengan demikian, data ekonomi masih nyaris tidak memiliki pengaruh terhadap sentimen pasar, bahkan ketika data tersebut tersedia.

Pihak pembeli masih memiliki banyak alasan untuk melancarkan serangan pada 2026. Secara struktural dan global, kebijakan Trump—yang menyebabkan dolar anjlok tajam tahun lalu—tidak berubah. Saat ini, tidak ada faktor kuat yang mendukung mata uang AS, terlepas dari sikap hawkish FOMC. Perkembangan geopolitik yang sempat menopang permintaan dolar selama sebagian besar paruh pertama 2026, kini tidak lagi memberikan dukungan tersebut.

Kalender Ekonomi Amerika Serikat dan Uni Eropa

Pada 12 Oktober, kalender ekonomi tidak memuat peristiwa penting. Oleh karena itu, latar belakang berita ekonomi diperkirakan tidak akan memengaruhi sentimen pasar pada hari Senin.

Prediksi dan Rekomendasi Trading EUR/USD

Menurut saya, pasangan ini masih berada dalam proses pembentukan tren bullish yang mengalami fase koreksi selama satu tahun penuh. Latar belakang berita berbalik tajam memihak pihak penjual tujuh bulan lalu, tetapi tren itu sendiri, yang telah berlangsung selama empat tahun, belum dapat dianggap batal atau berakhir.

Pihak pembeli berpotensi untuk melanjutkan kenaikan sebelum akhir tahun, tetapi satu-satunya peluang realistis mereka saat ini adalah swing low di 1,1066 yang terbentuk pada Juni tahun lalu. Pihak penjual menerima sinyal jual baru di Imbalance 19 dan mungkin mendapatkan sinyal lain di Imbalance 24 minggu depan. Namun, pihak penjual saat ini begitu percaya diri hingga mereka bahkan tidak perlu menunggu harga melakukan rebalancing di dalam zona imbalance. Pihak pembeli nyaris tidak mempunyai pilihan selain berharap pada sebuah keajaiban.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.